Rabu, 31 Agustus 2011

Cerita Tojoyo Bandung

Pernah nyoba Tojoyo yang di Jogja.. langsung jatuh cinta deh :) soalnya makan di situ seru banget, yang gorengnya di depan.. jadi pas masuk udah ngiler2 liat banyak ayam digantung-gantung << horrooorrr banget buat keluarga ayam :D

Lokasi Tojoyo di Jogja ini di depan nya bioskop XXI tepatnya di Jl. Solo atau Jl. Urip Sumoharjo.. nah kalo di Bandung adanya di Jl. Surapati.. terusan dari Gasibu di pinggir naikan ke Flyer Over.. 

restoran Tojoyo di Bandung yang beda sekali stylenya dengan yang di Jogja

Sering banget sih lewat sini tapi blm pernah mampir karena selalu merasa sanksi kenapa ya Tojoyo di Bandung ini sepi, beda banget sama yang di Yogya.. tapi pas lagi cari restoran buka puasa yang super penuh semua, ga dapet tempat di Abuba Steak (di beberapa rumah setelahnya) akhirnya makan di sini aja deh.. tumben2 juga mereka lagi rame.. dan memang di depannya banyak mobil parkir..

suasana restoran di lantai bawah

cincau hijau

Pas kita masuk juga lantai bawah penuh ga dapet tempat, udah mau pergi sama si petugasnya bilang duduk di atas aja.. ya sudah lah kami duduk di atas akhirnya.. ternyata yang lantai atas tadinya ga dibuka.. wah sayang sekali ya padahal lagi jam buka puasa pasti banyak yang cari restoran..

Akhirnya kami makan di atas sendirian :D sisanya kosong :D

ayam goreng dan tempe goreng

karedok, sayuran mentah menyerupai gado-gado


Anyway tentang makanannya ternyata ga tau kenapa koq ga sesedap yang di Jogja yah.. ayamnya biasa, tahu tempenya juga biasa, malah cenderung ga terlalu suka sama tempenya karena "basah" gorengnya kurang kering.. apakah karena di Jogja kebawa suasana nya yang heboh jadi berasa enak :D sambelnya pun manis :D atau dari kalian adakah pendapat lain mengenai Tojoyo di Bandung ini :) :)

Selasa, 30 Agustus 2011

#Kulinermudik Pantura Pekalongan-Semarang-Rembang ala PakBondan

sumber gambar : detikfood.com



Kudus, Demak, Pati, dan Desa Tuyuhan menyimpan kuliner yang sayang untuk dilewatkan saat Anda melintas di jalur ini. Resto mana saja yang dapat Anda singahi? Intip dulu di sini!

Di lintasan Pekalongan-Semarang yang berjarak sekitar 100 km ini Anda harus cukup puas dengan warung-warung yang banyak dijumpai. Kota berikutnya yang saya rekomendasikan untuk dijelajahi adalah Semarang. Kota besar ini punya peta kuliner yang sangat ekstensif. Silakan membeli buku panduan kuliner tentang Semarang yang sudah cukup banyak tersedia di toko buku. Panduan singkat dalam boks di atas mungkin juga bermanfaat bila Anda tidak punya terlalu banyak waktu.

Lewat Semarang, kota pertama yang Anda singgahi adalah Demak. Satu-satunya rekomendasi saya di Demak adalah asem-asem daging sapi yang berkuah segar di RM Rahayu, di dekat alun-alun Masjid Raya Demak. Tetapi, bila lapar belum mendesak, teruslah berkendara ke Kudus dengan tawaran kuliner yang lebih istimewa.

Di Kudus, jangan lewatkan singgah ke RM Sari Rasa (Jl. AKBP Agil Kusumadya 20, 0291 442218, jalan protokol yang pasti Anda lewati bila melintasi Kudus). Yang "mati-mati-mesti-coba" di sini adalah garang asem ayam. Potongan ayam kampung dengan bumbu blimbing wuluh, cabe rawit dan bawang putih, dikemas dalam daun pisang lalu dikukus. Puedesss dan suegerrrr.

Di jalan protokol ini juga ada soto dan sate kerbau Karso-Karsi yang banyak disinggahi orang. Soto Kudus – soto ayam berkuah bening, encer, segar – yang direkomendasikan adalah Pak Denuh (Jl. AKBP Agil Kusumadya) dan Bu Jatmi (di Panjunan). Sate kerbau favorit saya berlokasi di halaman showroom Mitsubishi (hanya buka pagi). Sate Kerbau Pak Jastro ini potongan dagingnya besar-besar, sementara yang lain kebanyakan model sate laler yang ukuran dagingnya super-mini.

Alamat lain yang gampang disinggahi di Kudus adalah Pusat Jajan Simpang Tujuh (Taman Bojana) di pusat kota. Di sini banyak warung dengan sajian soto dan nasi pindang (campuran soto dan rawon dengan daun melinjo, dari daging sapi). 

Saya juga tidak pernah melewatkan satu masakan khusus yang dikenal dengan nama Opor Sunggingan (karena dulunya berasal dari Desa Sunggingan). Sekarang punya gerai di tengah kota (Jl. Nitisemito 9, 0291 446262), sehingga lebih mudah ditemukan.

Cara memasak opor ayamnya sangat khas. Ayam kampung utuh diisi rongga perutnya dengan bumbu opor, lalu direbus dengan santan. Setelah masak, ayamnya ditiriskan, lalu dibakar. Ayam bakar ini kemudian disuwir-suwir dan disajikan dengan kuah opor dan sambal goreng tahu. Wajib dicoba.

Kota berikutnya adalah Pati dengan suguhan khusus yang disebut nasi gandul. Tidak ada yang dapat menjelaskan secara tepat dari mana nama ini berasal. Satu-satunya penjelasan umum yang agak masuk akal adalah bahwa nasi putihnya selalu disajikan di atas piring beralas daun pisang. Setelah disiram kuah, maka nasinya seperti "nggandul" di atas piring.

Kuah nasi gandul sangat gurih – cross antara soto + gulai + rawon. Isinya adalah daging sapi dan jeroan yang kemudian digoreng dan digunting-gunting kecil bite-size, ditaburkan di atas nasi, dan disiram kuah super-gurih itu. Favorit saya adalah Nasi Gandul H.A. Warsimin (Jl. Kyai Pupus 33, Desa Gajah Mati RT 03/02, 0295 382639).

Selepas Pati, ada satu kota kecil yang wajib disinggahi, yaitu Juwana. Sesampai di alun-alun, belok kiri ke Jalan Silugonggo 18A, tepat di depan kantor Polsek, ada sebuah warung sederhana dicat merah muda. Warung Sederhana

(08882494280) ini terkenal dengan sajian mangut ikan pari dan mangut kepala manyung super-pedes. Mangut adalah gulai pedas khas pesisir Jawa Tengah. Kalau makan di sini, keringat sampai menetes dari ubun-ubun. Udang gorengnya istimewa, begitu juga berbagai lauk lainnya.

Kota berikutnya menjelang perbatasan Jawa Timur adalah Rembang. Sajian yang patut disinggahi di sini adalah sate srepeh, sate ayam yang disiram dengan kuah santan berwarna jingga. Yang paling terkenal adalah Warung Ibu Priyono di Jalan Dr. Wahidin (jalan utama Kota Rembang). Warungnya menempel di depan sebuah rumah kuno. Ratusan tusuk sate ayam sudah dibakar

dan ditumpuk di angkringnya. Tamu mengambil sendiri sate ayam kampung ini (dihitung per tusuk, bukan per porsi), lalu disiram kuah srepeh yang gurih. Sate ini dimakan sebagai lauk lontong tahu yang disiram kuah lodeh. Sungguh khas.

Selepas Rembang, menuju Lasem, Anda akan melintasi Desa Tuyuhan dengan sederet penjual lontong Tuyuhan yang terkenal. Makanan rakat murah-meriah ini mirip lontong opor ayam dengan tendangan bumbu yang lebih nonjok (trasi, jintan, kencur, lengkuas, dll).



sumber : detikfood.com

Senin, 29 Agustus 2011

Surprisingly Culinary Experience di #BukaBarengBlogger bersama @JunNjan :)


Happy berat waktu diinfo kalau Ceritaperut lolos untuk diundang #BukaBarengBlogger acara yang diselenggarakan oleh Grand Indonesia dalam rangka Ramadhan Rhapsody di bulan Agustus 2011 ini.
Pada awal masa seleksi Ceritaperut diminta untuk mengirimkan link liputan makanan yang pernah dilakukan di Grand Indonesia, untungnya hobi nguliner kemana-mana J jadinya memang udah ada nih liputannya. Ceritaperut mengirimkan liputan tentang Kopitiam dan Mie Laiker, yang memang kedua-duanya ada di Grand Indonesia.

acara Buka Bareng Blogger diawali dengan perkenalan dengan pihak penyelenggara dengan Adhi Putra Tawakal from Grand Indonesia dan Bobby Chandra from Jun Njan

Mas Adhi dari Grand Indonesia menyampaikan berbagai acara seru dalam rangka Ramadhan Rhapsody dari tanggal 6 Agustus - 6 September 2011 mendatang. Dalam rangkaian ini banyak yang seru seperti Fashion Week, Bedug Special Show dan juga undian G-Shopper Rewards. Informasi acara menarik dari GIST disambung dengan perkenalan mengenai Fimela.com oleh Mbak Nuniek Tirta Ardianto selaku Community Manager yang menjelaskan tentang informasi menarik yang ditawarkan dan berbagai kegiatan menarik yang diselenggarakan oleh Fimela.com. Acara dilanjutkan pula dengan penjelasan konsep terbaru yang mengakomodasi penjualan online di Multiply.com oleh Mas Iriel Parmato.

perkenalan dari Mbak Nuniek dari Fimela.com (kiri) dan Mas Iriel Parmato dari Multiply.com (kanan)
Jun Njan berlokasi di lantai 5 area China Town di GIST (kiri) 
suasana Modern China menghiasi outlet Jun Njan di GIST (kanan)

Undangan #BukaBarengBlogger yang diselenggarakan di Jun Njan Seafood Restaurant ini ternyata adalah acara yang ke-3 dari seluruh rangkaian acara #BukaBarengBlogger. 2 kunjungan restoran sebelumnya berlokasi di Tairyo Japanese Restaurant dan Katsusei Delicious Cutlet, keduanya berlokasi di Grand Indonesia Shopping Town (GIST) juga. Dan di kesempatan #BukaBarengBlogger yang terakhir di hari Selasa, 23 Agustus 2011 ini berlokasi di Jun Njan Seafood Restaurant yang berlokasi di West Mall lantai 5 No.11A-B, GIST. Acaranya seru banget, gimana nga? Pas dateng kita uda disambut dengan wall of fame yang menyediakan props lucu-lucu buat foto :) trus kita di foto sama fotografer yang langsung ngeprint-in foto kita!

tampak interior Jun Njan Seafood Restaurant di GIST (klik untuk memperbesar gambar)

 
meja yang sudah dipersiapkan untuk para blogger lengkap dengan menunya :) (kiri)
tajil sebagai makanan berbuka puasa (kanan)

 Selain konsepnya seru, tempat kita buka bareng juga seru.. karena resto Jun Njan ini bukan sesuatu yang baru buat kita-kita kan, karena emang Jun Njan udah terkenal banget dari dulu. Waktu masih kecil, sering ke yang di Batu Ceper terutama kalau emak (panggilan untuk nenek) ulang tahun. Dan udah sejak dulu pula Jun Njan terkenal dengan masakan seafood nya yang enak-enak. Favoritnya dari dulu kalau kesini adalah pesan udang rebus sebagai  makanan pembuka (haha.. padahal itu bukan makanan pembuka yah :D)


Sejarah Jun Njan sendiri unik banget. Usaha pertama mereka berlokasi di Tanjung Priuk pada tahun 1956 yang didirikan oleh founder dari Jun Njan Seafood Resto ini yaitu pasangan suami isteri opa Tjoe Foek Lin dan oma Wong Njan Tjhoei. Dan hingga saat ini Jun Njan sudah masuk ke generasi ketiga, jadi ga perlu diragukan lagi kan gimana dahsyatnya resep rahasia turun temurun mereka J

 Toko mereka yang di Tj. Priuk udah nga ada sekarang. Saat ini outlet tertua mereka adalah di lokasi kedua setelah mereka pindah dari Tj. Priuk yaitu di Batu Ceper, lengkapnya di Jl. Batu Ceper No. 69, Jakarta Pusat. Di sanalah orang-orang banyak mengenal Jun Njan sebelum mereka banyak buka di mal-mal supaya bisa diakses mudah lebih banyak lagi para pecinta seafood J salah satunya ya di Grand Indonesia ini (kapasitas Jun Njan restoran di GIST mencapai 100 orang lho!). Dan senengnya lagi di Bandung juga sudah hadir lho! Yaitu di BSM (Bandung Supermall). Cabang mall-mall lainnya bisa kalian samperin di Gandaria City, MOI Kelapa Gading, Pondok Indah, Pluit, Central Park, Living World, Food Kulture-Urban Kitchen, Eat&Eat MKG5 dan Rasuna Epicentrum. Lebih lengkap bisa cek disini

foto keluarga dan filosofi turun temurun dari keluarga pendiri
sumber : Jun Njan Facebook Page

Yang bikin jatuh cinta lagi dari Jun Njan ini adalah filosofi restoran mereka yang ngena banget. Filosofi restoran mereka diambil dari nama Jun Njan sendiri, di mana Jun (dalam bahasa Cina dibaca Yong) memiliki arti selamanya; dan Njan (dalam bahasa Cina dibaca Yuan) memiliki arti sumber. Jadi maknanya adalah pesan dari pendiri untuk selalu mengingat sumber/dari  mana kita berasal : 
“to always remember our roots and to remember their humble beginnings”

Demo pembuatan Lobster Salad oleh Chef Indra dan Chef Fendi

Ngobrol dengan pengelola Jun Njan saat ini yang adalah generasi ke2 dan ke3 dari pendiri, saat mereka akan mengeluarkan menu baru, mereka selalu mencoba memasaknya terlebih dahulu di rumah dan baru menyempurnakan racikannya di restoran. Sentuhan dari sang ahli waris tetap selalu ada di setiap masakan yang disajikan di sini J so special! Seperti juga menu terbaru mereka yang di-launching saat acara #BukaBarengBlogger ini yaitu Lobster Salad.

Lobster bambu sebagai bahan utama dari Lobster Salad

Yup! That’s right! Our next surprise adalah karena acara #BukaBarengBlogger ini merupakan acara yang juga menghadirkan untuk pertama kalinya menu baru Jun Njan Lobster Salad ini disajikan kepada para tamu.

prosesnya setelah semua di potong2, longan dan lobster diaduk bersama saus mayonaise

Dan secara special pula, Chef Indra dan Chef Fendi mempraktekkan langsung pembuatan Lobster Salad ini di depan kami semua J seru banget kan… ngeliat gimana mengupas lobster segede gaban itu (emang gaban segede apa :D) dan meracik nya dengan bahan lain seperti lettuce, buah longan, saos mayonnaise dan di-finishing dengan taburan wijen! Mantappp!!!!

Taddaaa..... hasil jadi Lobster Salad yang sungguh irresistible :)

segarnya kombinasi lettuce, longan, mayonnaise dan daging lobster yang juicy!

Dan ini adalah pertama kalinya makan Lobster, wah heboh banget, karena dia lebih gede lagi dari udang gola yang pernah dimakan di Menado. Gede banget, dan rasa dagingnya pun wahhhh enak banget J bagi pecinta udang bisa klepek2 deh :D karena rasanya lebih enak dari udang, lebih garing dan lebih juicy! Dan yang jelas lebih gedeeee :D :D yes, it could be the best sea food I’ve ever tasted (maaf ya udang goreng telor asin Pangandaran tergeser posisinya :D).

Untuk lihat demo seru bikin Lobster Salad saksikan video di bawah ini lengkap dengan info manfaat lobster, lettuce dan campuran lainnya buat tubuh kita :)



or watch on youtube : http://bit.ly/n4l8zE
(untuk audio yang maksimal gunakan headphone)

Si saladnya seger banget, karena ada sayur lettuce nya jadi ga eneg (karena pakai saus mayonnaise), di tambah buah longan (sejenis lengkeng tapi import) menjadikan perut yang lapar keroncongan langsung tenang :D

lomba ngupas udang bagi para peserta Buka Bareng

Setelah kita semua terlena dan terbuai dengan daging lobster yang aduhai J kami dikejutkan lagi dengan permainan yang menantang :D yaitu tantangan mengupas udang! Hahaha.. Ngupas udang udah biasa, tapi kalo disuruh cepet-cepet ternyata susah juga ya :D udah gitu harus menahan diri untuk ga langsung “Lep” si udang ke mulut :D akhirnya rekor pengupasan udang dalam waktu 1 menit hanya bisa menghasilkan 6 ekor udang, dan kebanyakan dari kami hanya berhasil mengupas 3-4 udang :D Setelah selesai dikasi tips ternyata mengupas udang cepat hanya terdiri dari 3 langkah mudah : mempotek bagian kepala, lalu mengupas kulit tengah, dan tinggal tarik buntutnya sambil sedikit ditekan! Teori terlihat gampang, prakteknya susah juga :D

udang rebus, salah satu menu favorit di Jun Njan

Akhirnya penderitaan kami dibebaskan dengan aba-aba dari host bahwa kami sudah boleh menikmati si udang-udang rebus yang begitu menggoda J Kenikmatan kami dilanjutkan dengan hadirnya rangkaian main course yang siap disantap. Baik dari penampilannya maupun wanginya menggoda semua J


Braised Sof Tofu with Jun Njan Sauce

Nasi Goreng Seafood (kiri) | Deep Fried Carp with Sour and Sweet Sauce (kanan)


Di mulai dari Nasi Goreng Seafood yang rasanya bercita rasa rempah, dengan rasa pedas yang paling dominan bikin kita semua tambah nafsu makan.. dilanjutkan dengan Black Pepper Beef, sapi lada hitam dengan daging sapinya yang empuk. Restoran yang menyajikan sapi lada hitam memang banyak tapi tidak semua enak, karena sebagian besar daging sapinya keras, tapi di sini empuk sekali J

Rangkaian menu berikutnya adalah Braised Soft Tofu with Jun Njan Sauce. Ini adalah sapo tahu, sapo tahunya juga enak, karena gorengan tofunya sempurna, garing namun tidak hancur. Sapo tahunya sederhana hanya tofu dan potongan jamur. Masakan-masakan di Jun Njan ini memang masakan seafood dengan gaya Chinese (Chinese food), yang menyajikan masakan dengan campuran yang sederhana (biasa hanya 2-3, maksimal 4 campuran saja). Bagi para keturunan Cina, memang ini adalah cara makan yang biasa dilakukan, lauk pauk daging dipisah dengan sayuran, namun dimakan bersama-sama dengan nasi putih. 

Black Pepper Beef

Menu berikutnya yang menarik perhatian adalah Deep Fried Carp with Sweet and Sour Sauce. Ini adalah ikan gurame goreng asam manis. Sama dengan si sapi lada hitam yang banyak ditemukan di tempat lain, Gurame goreng asam manis juga banyak ditemukan di tempat lain, tapi ga semuanya enak.. seperti sudah bisa ditebak si gurame gorengnya juga enak J potongan dagingnya yang sudah dilepas terlebih dahulu digoreng garing dengan sedikit tepung. Wah J tidak amis dan garing, saus asam manis nya juga enak buat dikuahkan ke nasi..

Best menu :) cumi goreng dengan saos khas Jun Njan

Review menu berikutnya adalah yang sempat bikin kami nyaris pingsan :D namanya adalah Fried Squid with Jun Njan Sauce! Yup! Ini adalah cumi goreng dengan saos khas Jun Njan.. wah cumi goreng emang di mana-mana sering nemu. Tapi jarang yang rasanya seperti ini, bahkan ini pertama kalinya makan cumi tapi ga seperti cumi. Pas abis digigit sempet mikir dulu ini cumi bukan yah :D rasanya beda banget, karena empuk sekali, sekali digigit langsung terbelah (ingat kan kalau kita makan cumi kadang susah payah ditarik baru putus), bener-bener unbelievable :D langsung deh samperin tante Afung (sebagai salah satu pengelola) dan nanya ini cuminya yang jenisnya lain atau cara masaknya, karena rasanya sama sekali lain dari cumi pada umumnya. Kata tantenya, memang cara masaknya yang lain sehingga cumi jadi empuk sekali dan menyerap sausnya…. Wahhhh :D :D kalo lagi di komik Born To Cook sih udah  melayang-layang nih :D overall walau belum selesai nih artikel liputannya, tapi Fried Squid ini is the best! J J Super recommended...!

para peserta sibuk motret-motret (kiri) | Fried Prawn with Salted Egg Yolk (kanan)

Oke lanjut-lanjut, jangan ngeces-ngeces dulu yah :D berikutnya udah ga asing lagi, tapi pas dari jauh udah bisa nebakkk wooowww ini adalah udang goreng telor asin (nama menunya Fried Prawn with Salted Egg Yolk). Suatu masakan yang bener-bener menghasilkan wangi yang sedap J bagi yang belum pernah coba sebaiknya coba deh di resto seafood yang menyediakan menu udang goreng telor asin ini. Pertama kali tahu waktu makan di resto seafood di Pangandaran. Wah pas nyoba langsung jatuh cinta J eh disuguhin di Jun Njan.. happy berat deh J udang goreng telor asin di Jun Njan ini gede-gede banget udangnya jadi puas deh hahaha.. paling seneng ngambilin mentega-mentega cairnya yang biasa tersisa di dasar piring nya :D :D enak bangetttt lhooo :D

Fried Chicken With Butter Sauce garing dan taste great :)

Oke-oke ga boleh terbawa suasana yah (walau pas nulis artikel bener-bener jadi keroncongan deh mengenang makanan-makanan itu :D) menu berikutnya adalah (ga selesai-selesai ya.. banyak banget menu yang disuguhin J) Ayam Goreng Saus Mentega. Ayam goreng saus menteganya juga recommended karena daging ayamnya digoreng garing berikut kulit-kulitnya (huhuy J) jadi garing… trus saos kecapnya juga manis asinnya pas. Saran pas makan pake tangan aja biar bisa sekalian ngisepin jari-jari yang terkena saus kecap menteganya :D :D (walau jorok ini tips yang perlu dipertimbangkan lho :D)

teh kobokan yang bisa ngilangin bau seafood di tangan

Dan kalian ga perlu khawatir dengan tangan yang bau, karena Jun Njan udah memikirkannya :) kalau makan di sana kita dikasih kobokan berupa air teh :) karena katanya air teh bisa menetralisir bau di tangan kita terutama dari seafood yang biasanya kuat sekali baunya :) jadi kalo disuguhin teh dalam mangkok jangan minta es batu sama gula ke mbak nya yah :D atau minta refill buat diminum wkkakaka...

dessert Ice Fruity Cream (kiri) | merchandise berupa tumbler berisi foto di wall of fame mereka presented by momentstogo (kanan)

Oke… acara makan sampe khilaf pun terus berlanjut dan di akhir kami disuguhi dessert Ice Fruity Cream yang menetralisir bumbu-bumbu dan rasa-rasa di dalam mulut. Jadi gimana? Udah ngiler-ngiler ngeces-ngeces baca reviewnya sama mantengin fotonya :D :D kalau kalian mau berkunjung ke Jun NJan bisa lihat list alamat lengkapnya di sini atau minimal tau info-info promo dan produk terbaru gabung aja di Facebook or Twitter mereka 


Wow acaranya yang seru sekali dan full of culinary experience J Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, tuan rumah, panitia dan pihak sponsor.. dan udah ditraktir makanpun, pulang masih dikasi oleh-oleh pula sekantong penuh berbagai voucher menarik dari tenant-tenant di Grand Indonesia, foto di tumbler dari momentstogo dan tas unik J Thank You so much buat Grand Indo, Jun Njan, Fimela.com dan Multiply sebagai sponsor dalam acara ini…  Sampai ketemu di acara-acara seru berikutnya J

para peserta berfoto narsis dulu setelah kenyang :)



Keterangan Jun Njan Seafood Restaurant, West Mall lantai 5 No.11A-B
Jam buka : 11.00 - 22.00

Oleh2 coklat dari KL :) cc @TourismMalaysia

Oleh-oleh spesial nih dari Malaysia.. biasanya memang oleh2 seringan coklat yah :) karena emang gampang nemunya.. anyway coklat oleh2 dari Wenny dan Marina ini enak :) dalemnya ada kacangnya jadi ga berasa eneg :) thanks u bothhh!!!


anyway jadi inget pas hunting coklat di butik coklat di Kuala Lumpur :)

Rekomendasi #kulinermudik jalur Jakarta-Cirebon ala PakBondan

sumber gambar : didisadili.blogspot.com


Setiap tahun eksodus Idul Fitri membuat jutaan orang melintasi jalur padat sepanjang Pantura (Pantai Utara) Jawa. Makanan apa saja yang tidak boleh dilewatkan di lintasan Jakarta-Cirebon? Artikel ini saya tulis atas permintaan majalah U, tetapi agar lebih mudah diakses melalui Internet.

Etape pertama dari Jakarta hingga Cirebon – khususnya di lintasan tol Jakarta-Cikampek – mungkin para musafir belum memerlukan perhentian untuk minum dan makan. Semangat masih tinggi, dan mungkin pula kebanyakan berpikir untuk "berlari kencang" sebelum terjebak kemacetan. Tetapi, seandainya sudah ada yang memerlukannya, ada beberapa SPBU (kilometer 19 dan kilometer 57) dengan tawaran kuliner yang cukup lengkap.

Bisa juga keluar sejenak di San Diego Hills (taman pemakaman eksklusif) yang punya restoran La Collina. Penggemar kuliner mungkin mempertimbangkan untuk mencicipi surabi ijo di Rengasdengklok (Pak Kosim, 0276 435032). Penggemar pepes ikan tentu tahu sebuah warung di Bendungan Walahar yang sangat populer dengan berbagai jenis pepes khas Sunda. Bila tidak mau terlalu jauh menyimpang dari jalan tol, silakan singgah di cabangnya di Klari (0267 435032).

Bila sudah lapar ketika mencapai Indramayu, makanan khas yang dapat dicoba adalah pedesan entog (masakan pedas semacam rica-rica dari entog atau bebek gemuk berleher pendek) di Warung Mang Kombet (Depan Stadion Darma Ayu, Karanganyar, Indramayu, 081912924634). Warung murah-meriah dengan sajian yang unik. Waspada, kalau tidak biasa pedas, jangan makan terlalu banyak karena mungkin Anda akan memerlukan toilet sepanjang etape berikutnya.

Pilihan lain di Indramayu adalah RM Kuning Ayu (Jl. Letjen Suprapto 314, dekat Tugu Buah Mangga, 0234 271814). Menu spesial yang khas adalah pepes telur ikan dan pepes rajungan. Sebelum masuk Kota Cirebon, ada makam keramat Sunan Gunung Jati yang banyak diziarahi orang.

Cirebon menyambut Anda dengan berbagai jenis makanan khas. Salah satunya adalah empal gentong, yaitu masakan semacam soto daging sapi. Favorit saya adalah empal gentong spesial dengkil (lutut sapi) Mang Kojek di Trusmi (desa sentra batik, persis sebelum memasuki Kota Cirebon). Coba juga Empal Gentong Ibu Hj. Darma (Jl. Slamet Riyadi, Krucuk, sebelah BTN, 0231 245069). Ada juga empal gentong asam dengan citarasa segar yang khas di RM Amarta (Jl. Raya Plered, dekat Jembatan Gesik, 0852 24803040).

Masakan Cirebon khas lainnya adalah nasi jamblang. Nasinya dibungkus daun jati, dengan berbagai lauk khas Cirebon a.l. balakuthak (semacam cumi-cumi berbadan gendut) dengan sambal jamblang yang sangat khas. Yang paling populer adalah Nasi Jamblang Mang Dul (Jl. Dr. Cipto 4, Seberang Matahari Grage Mall, 0231 206564). Favorit saya adalah nasi jamblang yang berlokasi di gapura pintu masuk Pelabuhan Cirebon. Di sini nasinya panas dan tidak dibungkus daun jati.

Penggemar gado-gado tidak boleh melewatkan Gado-gado Cirebon RGG (Ibu Yeti, Jl. Pekalangan 114/66, dekat Stasiun KA Prujakan, 0231 236395). Saus kacang untuk gado-gadonya disiram kuah opor aya,. Sangat khas.

Sekalipun saya kurang menyukainya, tetapi Cirebon juga punya mi koclok spesial, yaitu mi kuning rebus disajikan dengan kuah kental bersantan dan suwiran ayam rebus. Coba Mi Koclok Pak Sam (Jl. Lawanggada, tenda di depan rumah no. 41). 

Makanan khas lainnya di Cirebon adalah nasi lengko. Nasi dengan lauk tahu putih yang digoreng basa-basi, dipotong kecil-kecil dengan taburan tauge rebus, ketimun, kucai disiram bumbu kacang, kecap manis dan bawang goreng. Yang populer berlokasi di Jalan Pagongan. Jangan lewatkan, di sebelah warung ini ada penjual tapel pisang – kue dari pisang bakar dengan citarasa yang sangat khas dan unik. Ada juga jajanan tahu gejrot yang biasa dijual di pinggir-pinggir jalan.

(dev/dev)
 sumber : detikfood.com


Rekomendasi #kulinermudik jalur Cirebon-Tegal versi Pak Bondan

Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape Cirebon -Pekalongan hari ini. Jika perlu tempat perhentian untuk mengisi perut sore nanti, intip dulu yang satu ini.


Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape ini, sehingga diperlukan lebih banyak tempat perhentian untuk mengisi perut. Di lintasan Cirebon-Tegal, mungkin Anda harus puas dengan beberapa rumah makan padang yang banyak didapati di lintasan ini. Di Brebes ada oleh-oleh spesial yang boleh dihampiri, yaitu tape ketan dibungkus daun jambu. Cocok untuk dibawa sebagai buah tangan (Tape Ketan Ibu Ono, Gg. Darussalam 77, Brebes, 0283 671281). Telur asin Brebes juga merupakan oleh-oleh yang populer.

Tegal punya pilihan kuliner yang kaya. Warung murah-meriah favorit saya adalah RM Pi An, di depan Stasiun KA Tegal. Gule kambingnya enak,j uga nasi lengko-nya tidak boleh dilewatkan. Bungkus juga pisang gorengnya yang istimewa untuk bekal di perjalanan.

Sate kambing muda khas Tegal, bagi saya, adalah salah satu jenis sate kambing terbaik di Indonesia. Istilah "balibul" adalah untuk kambing yang berusia di bawah lima bulan. Sekarang muncul versi yang lebih muda, yaitu "batibul" alias bawah tiga bulan. Salah satu alamat yang direkomendasikan adalah Sari Mendo (Jalan Teuku Umar, Debong, Tirus).

Bila Anda bukan penyuka sate kambing, pilihannya adalah sate ayam Margasari yang buka cabang di Jl. A. Yani (seberang Toko BatikKrisna). Potongan ayamnya besar-besar, disiram bumbu kental berwarna kuning yang sangat gurih.

Tegal juga punya soto ayam yang khas, dengan bumbu tauco. Di daerah Talang (jalan menuju Slawai) dapat dijumpai beberapa warung soto dengan label "Sedap Malam". Yang asli dari seri "Sedap Malam" ini adalah Daan Jenggot yang kini diteruskan oleh anak laki-lakinya.Warung-warung soto “Sedap Malam” lainnya dioperasikan oleh kerabat dan bekas karyawan Daan Jenggot.

Warung lain yang saya rekomendasikan di Tegal adalah Warung Alwi (Jl.Setiabudi). Warung ini menyediakan nasi bakmoy, ca rebung dan sekitar 25 masakan peranakan lain, seperti: rebung, yupo asam manis, dan lain-lain. Warung ini baru buka setelah magrib. Ada juga nasi bogana khas Tegal di sebuah warung kecil di dekat Klenteng Tegal.

Bila Anda memerlukan toilet bersih setelah melintasi Tegal, singgahlahd i SPBU, sekitar 3 km setelah Tegal. Ini tempat persinggahan populer karena punya 67 toilet (Rekor Muri), lengkap dengan tempat pijat refleksi dan tempat tidur gratis untuk rehat sejenak. Di antara Tegal-Pemalang km 7 juga ada sebuah rumah makan yang direkomendasikan untuk disinggahi, yaitu Restoran Pringsewu (0283 3318138) dengan sajian ayam kremes dan tempe mendoannya yang populer.

Kota berikut yang akan Anda singgahi adalah Pemalang. Di Desa Kendaldoyong (sebelum Pemalang, jalan Raya Petarukan) Anda akan menemukan Kepiting Gemes Pak Marno. Kepiting dengan saus yang rasanya mirip rendang, tetapi tanpa santan Tetapi, bila Anda bisa bersabar sebentar, teruslah mengemudi sampai ke Comal dan singgah di RM Prima (Jl. A. Yani 31-33, Comal, 0285 577272, 7911100). Tempatnya lebih representatif, dengan berbagai sajian kepiting dan seafood lainnya.
Masakan kepiting seperti ini juga dapat dijumpai di Pekalongan,disajikan oleh Bang Kombor, di Jl. Belimbing.

Pemalang juga terkenal dengan sajian bernama grombyang, semacam hibrida antara soto dengan gulai dan rawon, dari daging sapi atau daging kerbau. Yang paling populer adalah grombyang Haji Warso (Jl. RE Martadinata). Ada juga Sate Loso, persis di persilangan KA memasuki Kota Pemalang. Sate Loso agak mirip dengan sate ayam Margasari di Tegal tadi.

Memasuki Kota Pekalongan, Anda harus siap dengan tawaran Pekalongan yang memang spesial. Soto Pekalongan yang super-gurih dengan taucodisebut tauto. Dulu, semua tauto harus dibuat dari daging kerbau,tetapi sekarang sudah banyak tauto versi daging sapi. Favorit saya adalah Tauto PPIP (Jl. Dr. Wahidin).

Ikon kuliner Pekalongan lainnya adalah nasi megono. Ada dua jenis nasi megono: basah dan kering. Yang paling umum adalah nasi megono kering,yaitu nasi putih dicampur dengan nangka muda rebus dicincang dan parutan kelapa. Dimakan dengan berbagai lauk-pauk, khususnya masakan cumi dengan tinta hitamnya. Favorit saya adalah Nasi Megono Pak Tjukup (keturunan Tionghoa) di Jalan Mangga. Lauknya sangat beragam di rumah makan ini. Nasi megono basah dibuat dengan campuran rebung, cepat basi kalau tidak segera disantap. Versi ini sudah semakin jarang dijumpai.

Ada lagi satu tempat makan khas di Pekalongan yang saya sukai, yaitu RM Zarkasi (Jl. Sulawesi 52) yang populer dengan nasi uwet (gule encer dari usus kambing). Bila Anda penggemar nasi kebuli, singgahlah keRM Puas (Jl. Surabaya 32).




sumber : detikfood
(bon/Odi)

Daftar Tempat Kuliner Wajib di Semarang!

Selain lumpia dan bandeng presto, Semarang punya sejumalah hidangan maknyus yang sayang kalau dilewatkan. Ada mangut welut, gudeg Abimanyu, nasi kebuli, nasgor babat dan soto Selan yang enak mengenyangkan. 

Kalau berada di ibu kota Jawa Tengah ini jangan khawatir, hampir di tiap sudut jalan ada 'mutiara' kuilner yang maknyus. Meskipun tempatnya sederhana tetapi makanannya patut dicoba. Silakan cek beberapa sajian lezatdi tempat berikut ini:

Ayam Goreng Lombok Ijo : Jl. Gajah Mada 158, Semarang (024 70777111): Sebuah rumah makan relatif baru yang dengan cepat merebut popularitas. Selalu ramai dikunjungi tamu. Hidangan utamanya adalah ayam goreng dengan bumbu sambal dari cabe hijau. Sebetulnya, sambal bawangnya justru lebih unggul daripada sambal cabe hijaunya. Kremesnya gurih, karena dibuat dari santan.

Gudeg Abimanyu: Jl. Abimanyu VII/6, Semarang: Di masa kecil saya lebih dikenal dengan nama Gudeg Mbok Buthak, sekarang diteruskan putrinya. Tidak boleh dilewatkan. Anda akan terpesona dengan gudeg yang satu ini.

Lumpia Semarang: Jangan lewatkan jajanan populer ini, khususnya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Waspada! Ada beberapa lumpia yang tidak halal. Favorit saya adalah Lumpia Mataram di Gang Baris (Jalan Mataram), dan Lumpia Mbak Lina di Jalan Pemuda.

Mangut Welut Warung Nasima: Jl. Menoreh Raya 10, Semarang (0813 90377187): Sebuah warung sederhana dengan sajian makanan istimewa. Pelanggannya banyak, sehingga cepat habis. Karena hidangan paling populer di warung ini adalah mangut belut, banyak orang menyebut tempat ini sebagai Warung Welut (= belut). Mangut belut dan mangut kepala ikan manyung-nya puedess dan mak nyuss!

Nasi Goreng Babat Pak Taman: Warung tenda di sebelah Stadion Diponegoro, Jl. STadion Barat, Semarang: Favorit saya sejak beberapa tahun terakhir. Bumbunya intens, seperti umumnya nasgorbat khas Semarang – dengan citarasa bawang merah dan kecap manis yang menonjol. Pada waktu malam hari, di sekitar Gang Pinggir, Pak Kariri yang masih berjualan nasgorbat dengan gerobak keliling juga merupakan langganan saya. Nasi goreng babat lain yang saya sukai dijajakan di warung tenda di Jalan Depok di malam hari. Pemiliknya orang keturunan Tionghoa, tetapi masakannya halal. Bila Anda berada di sekitar Ungaran, coba nasgorbat di Nasi Goreng Jaikem, Alun-alun Ungaran (024 6925516).

Nasi Kebuli Djawas: Jl. Gatot Subroto 93, Ungaran (024 6922041): Favorit saya, sekalipun tempatnya di Ungaran. Wajib dikunjungi. Cicipi nasi kebuli, kambing goreng dll. Nasi kebulinya mak nyuss!!!

Pecel Bu Sador: Jl. Gandekan, Semarang (024 3565486): Ini tempat asli sekalipun sudah punya beberapa cabang lain, antara lain di Simpang Lima. Pecel dengan lauk-pauk komplet.

Sapi Bali: Jl. Sibayak 13H, Candi (off Jl. Sisingamangaraja), Semarang (024 8315567): “Pecahan” dari Warung Sapi Bali di Yogyakarta. Iga sapi bakarnya mak nyuss! Iganya diungkep dengan bumbu betutu, disajikan dengan sambal matah yang “nendang”.

Sego Ayam (Nasi Ayam): Mirip nasi liwet di Solo. Favorit saya adalah Bu Pini yang buka warung kaki lima di Gang Pinggir di malam hari. Bu Sami, di depan Matahari Department Store, Simpang Lima, buka pagi, adalah favorit yang lain.

Soto Selan: Jl. Depok 30D, Semarang (0812 2817842): Semarang tidak hanya terkenal oleh Soto Bangkong-nya yang sudah membuka cabang di berbagai kota Indonesia. Favorit saya sekarang jatuh pada Soto Selan dan Soto Bokoran – keduanya dimiliki oleh orang keturunan Tionghoa. Soto Bokoran yang semula berlokasi di Jalan Plampitan, sekarang sudah pindah ke tempat lain yang belum saya ketahui. Silakan tanyakan kepada teman Anda di Semarang dan kabari ke sini alamat barunya.

Tahu Gimbal Pak Edi: Jalan Pahlawan, Semarang, depan Departemen Sosial (024 70466052): Tahu gimbal adalah masakan khas Semarang. Tahu ukuran besar digoreng sebentar, kemudian diiris-iris. Dicampur dengan lontong, tauge rebus, dan rempeyek udang (disebut gimbal udang), lalu disiram dengan saus kecap-kacang. Ditaburi rajangan seledri. Hidangan murah meriah untuk setiap saat.

Warung Koh Liem: Jl. Karanganyar, depan SMA Loyola (024 3565628): Harus coba asem-asemnya. Waspada. Di sini juga banyak menu yang non-halal.

Berbagai menu lain yang patut dicoba di Semarang antara lain adalah Sate Kapuran, Sate Buntel di seberang Gereja Blenduk, nasi gandul khas Pati di Jl. Dr. Tjipto (dekat Bala Keselamatan), dan lain-lain. Tahu pong khas Semarang dapat dicoba di Jalan Gajah Mada atau di Jl. Karangsaru pada sore-malam hari.



(bon/Odi)

sumber : detikfood

Sabtu, 27 Agustus 2011

Cerita Iga Bakar Sambel Hejo di Sanade!

nama restorannya agak unik nih.. Sanade Resto, lokasinya di Jl. Sulanjana no. 24 dan waktu kita kesana lagi cukup banyak dipadati oleh pengunjung.

suasana exterior dan interior restoran

Dari tampak depan memang seperti resto2 pada umumnya cukup rapih, tapi ternyata ketika sampai di dalam, ternyata terdiri dari beberapa ruangan yang sebenarnya jika kita coba lihat sebenarnya merupakan bangunan sebuah rumah yang dicoba untuk “disuasanakan” menjadi ruangan resto, seperti tempat kita makan adalah seperti ruangan garasi, tapi “disulap” menjadi tempat hang out beberapa anak muda yang cukup nyaman

Oke, cukup pembahasan tentang lokasi dan tepatnya… sekarang kita masuk ke BEST PART dan inti nya, YAP makanan dan minumannya. Tanpa disangka dan diduga ternyata makanan dan minuman di sini enak!!
Kita memesan beberapa menu:

pancake just oreo

Pancake Just Oreo, sebagai makanan pembuka (kalo lagi bulan puasa sebaiknya berbuka dengan yang manis kata banyak orang), pancake ini cukup lengkap rasanya, manis, empuk dan juga dingin, karena dilengkapi dengan ice cream dan taburan oreo, dan juga dilengkapi dengan irisan buah strawberry yang bukan cuma bikin cantik tapi juga bikin tambahan rasa asam, yang bikin senyum dan mringis bersamaan

sliky floody cheese pizza

sliky floody cheese pizza, Bukan Cuma “tampangnya” yang keliatan enak, buat pecinta keju yang juga suka pizza pasti suka sama si sliky ini :) 

iga sambel hejo

Iga sambal hejo… wah, ini juga pastinya harus dicoba nih… karena bukan Cuma “tampilannya” aja yang menggoda iman buat lupain diet. tapi emang rasa nya juga emang enak apalagi buat pecinta iga yang suka pedas.  Note: hejo adalah bahasa sunda, yang arti nya (warna) hijau

steak salmon

Steak Salmon nya juga oke, karena bukan Cuma ga bau amis, tapi juga dagingnya empuk banget. Kemudian penyajian nya juga dengan kentang yang dibentuk daun tambah bikin ngiler

Minumnya selain teh hangat (dengan gula dipisah), kita juga memesan 1 minuman yang ga Cuma unik nama nya tapi juga unik dan cantik warna nya:
Passion Fruit : tidak ketinggalan dah warna nya cantik, masih juga didandanin dengan strawberry di pinggir gelas nya


passion fruit

free fruits  | hot tea

Okeyyy….. makanan dan minuman sudah habis…. Eee…. Tau-tau nya kita masih dikasih buah-buahan gratis tis…. Langsunnggg….. sluurrpp….wah jadi makin jatuh cinta deh sama tempat baru ini :) :) 
written by @saritasutedja

Now We're www.ceritaperut.com